Meramu

MERDABA ~ Meramu Damai Bersama

SASTRA

Goresan Tinta Cerpen dan Puisi

BOOK CORNER

Temukan Rekomendasi dan Review Buku dari Meramu.com

SEPUTAR ISLAM

Artikel Seputar Islam.

Biology Corner

Belajar Biologi Bersama

Telaah Rancangan Pembelajaran Berbasis Pendekatan TaRL

 

PPG PILOTING 2

Bapak/Ibu guru, pada bagian ini, ajaklah teman sejawat/kepala sekolah/pengawas untuk berdiskusi. Selama Bapak/Ibu guru mengajar, mungkin saja Bapak/Ibu guru pernah menerapkan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL, namun belum mengenal istilah pendekatan tersebut. Untuk melaksanakan aktivitas pada tahap ini, Bapak/Ibu guru dapat mengikuti langkah-langkah berikut.

1.       Pilih salah satu rencana pembelajaran (RPP/Modul ajar) yang Bapak/Ibu guru miliki;

2.   Telaah RPP/modul ajar tersebut  bersama teman sejawat/kepala sekolah/pengawas dengan menggunakan    pendekatan TaRL; 

3.     Gunakan tabel berikut sebagai panduan.

 

Tabel 3.1 Telaah rancangan pembelajaran berbasis pendekatan TaRL

 

 

Komponen Pembelajaran

 

Hasil Telaah

 

Tujuan pembelajaran

  • Tujuan Pembelajaran:

1)      Mengetahui tahapan reaksi aerob dan respirasi anaerob (untuk kelompok 3)

2)      Mengidentifikasi reaksi pada respirasi aerob dan respirasi anaerob, serta perbedaannya (untuk kelompok 2)

3)      Menganalisis reaksi pada respirasi aerob dan respirasi anaerob, serta perbedaannya dan penerapannya dalam kehidupan sehari -hari

(untuk kelompok 1)

  • Analisis:

Berikut adalah analisis terhadap tujuan pembelajaran di atas:

Tujuan Pembelajaran 1:

Mengetahui Tahapan Reaksi Aerob dan Respirasi Anaerob

Tujuan ini sesuai dengan kebutuhan siswa di kelompok 3 yang belum menguasai prasyarat. Mereka membutuhkan pengenalan dasar tentang tahapan respirasi aerob dan anaerob sebelum bisa masuk ke tahap identifikasi atau analisis. Tujuan ini cukup sederhana dan tepat untuk membangun dasar pengetahuan mereka.

 

Tujuan Pembelajaran 2: Mengidentifikasi Reaksi pada Respirasi Aerob dan Anaerob, serta Perbedaannya

Tujuan ini lebih tinggi dibandingkan kelompok 3 dan cocok untuk siswa yang sudah memahami dasar-dasar tetapi belum cukup kuat untuk melakukan analisis mendalam. Mengidentifikasi reaksi dan memahami perbedaannya adalah langkah penting sebelum bisa melakukan analisis yang lebih kompleks.

 

Tujuan Pembelajaran 3:

 Menganalisis Reaksi pada Respirasi Aerob dan Anaerob, serta Perbedaannya dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Tujuan ini adalah yang paling tinggi di antara ketiganya dan tepat untuk siswa yang sudah menguasai konsep dasar dan mampu berpikir analitis. Penambahan penerapan dalam kehidupan sehari-hari juga menambah kedalaman dan relevansi pembelajaran, yang sesuai untuk siswa dengan tingkat pemahaman yang lebih tinggi.

Kesimpulan:

Tujuan pembelajaran di atas sudah sesuai dengan konsep TaRL. Masing-masing tujuan dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa berdasarkan tingkat pemahaman mereka saat ini. Ini membantu memastikan bahwa setiap siswa menerima pembelajaran yang sesuai dengan level mereka, yang merupakan inti dari pendekatan TaRL. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih efektif dan inklusif.

 

 

Asesmen awal

  • Deskripsi Kemampuan Prasyarat:

1)      Mengetahui komponen dan cara kerja enzim

2)      mengetahui perbedaan katabolisme dan anabolisme.

  • Hasil Asesmen:

1)      45% menguasai kemampuan prasyarat dan sedikit mengetahui tentang respirasi seluler.

2)      15% menguasai kemampuan prasyarat tetapi belum mengetahui tentang respirasi seluler.

3)      40% belum menguasai kemampuan prasyarat.

  • Analisis: Data ini menunjukkan adanya variasi kemampuan yang signifikan di antara siswa. Dalam pendekatan TaRL, data ini sangat penting untuk menentukan kelompok belajar yang sesuai. Anda bisa mengelompokkan siswa menjadi tiga kelompok:

1)      Kelompok 1: Menguasai prasyarat dan sedikit mengetahui respirasi seluler.

2)      Kelompok 2: Menguasai prasyarat tetapi belum mengetahui respirasi seluler.

3)      Kelompok 3: Belum menguasai prasyarat.

 

 

Asesmen formatif

  • Instrumen

Lembar observasi, peer assessment, self assessment, dan catatan anekdotal.

  • Analisis

Instrumen ini cocok untuk memantau perkembangan siswa selama proses pembelajaran. Namun, dalam konteks TaRL, perlu ada penekanan pada penyesuaian asesmen berdasarkan kelompok kemampuan. Misalnya, lembar observasi dan self-assessment untuk siswa yang sudah memahami konsep dasar, sementara catatan anekdotal bisa lebih fokus pada kelompok yang masih berjuang dengan konsep dasar.

 

 

Asesmen sumatif

  • Instrumen

Tes tulis dan lisan.

  • Analisis

Tes sumatif sebaiknya juga mempertimbangkan diferensiasi tingkat kesulitan berdasarkan kemampuan siswa yang terdeteksi pada asesmen awal. Untuk kelompok siswa yang lebih mahir, soal bisa lebih analitis, sementara untuk kelompok yang masih pada tahap dasar, soal bisa lebih deskriptif.

 

Kegiatan pembelajaran berdasarkan hasil asesmen awal

  • Pendekatan

Pembelajaran berdiferensiasi konten, proses, serta produk.

·     Konten:

    • Kelompok 1 diberikan materi tambahan yang lebih mendalam tentang respirasi seluler dan analisis perbedaan respirasi aerob dan anaerob.
    • Kelompok 2 fokus pada pengenalan konsep respirasi seluler secara umum.
    • Kelompok 3 diberikan penguatan pada konsep dasar enzim, katabolisme, dan anabolisme sebelum masuk ke konsep respirasi seluler.

·       Proses:

    • Kelompok 1 diberikan tugas analisis dan diskusi kelompok.
    • Kelompok 2 melakukan eksplorasi konsep melalui demonstrasi atau simulasi.
    • Kelompok 3 melakukan aktivitas yang lebih sederhana seperti memahami video atau gambar terkait enzim dan metabolisme.

·       Produk:

    • Kelompok 1 membuat laporan analisis atau presentasi tentang respirasi seluler.
    • Kelompok 2 menyusun rangkuman atau peta konsep.
    • Kelompok 3 membuat poster sederhana atau mind map.

 

  • Analisis

Berdasarkan hasil asesmen awal, pendekatan diferensiasi ini sangat tepat.

AKSI NYATA MODUL 1 PPG PILOTING 2

Berikut adalah Rancangan Pembelajaran (Modul Ajar) Bab Metabolisme yang menerapkan diferensiasi konten dan proses serta menggunakan pendekatan CRT dan TaRL.

Pendekatan CRT salah satunya diterapkan sebagai apersepsi, yakni bercerita kepada siswa terkait proses pembuatan tapai beras asli Kenduruan yang merupakan kuliner khas kota Tuban. Selain itu, aspek budaya juga dikaitkan dengan tuak yang mempengaruhi proses metabolisme tubuh manusia.

Modul Ajar dapat dilihat dari link berikut:

MODUL AJAR METABOLISME



Clueless

Hi There,

How long has it been since we don't talk to each other? the last time we met is on Dzulhijah 10th. About 10 months ago. I always wait the moment I can talk to you again yet I am so afraid and feel so ashamed. 

You have turned to someone else. No longer the one I used to know. No longer the one who was trying to find his path. you have grown up a lot and sadly we are apart. Sometimes I wonder which moment takes us to this way. what mistake I made so that you go away. If only you have a clue of how much I miss you.

This feeling is insane. I thought as time flies by, as the little amount of our encounter, I will slowly forget all the things about you. But I was wrong. The place where I belong today is so close to you. It is true that you are not there but your story is always there. so, what can I do?

I am clueless.


Much Aware

 Aku sepenuhnya menyadari,

Dengan cinta, apapun yang kita lakukan akan terasa membahagiakan. sesederhana apapun itu.

Dan tanpa cinta, semembahagiakan apapun hal seharusnya bisa menjadi, tetapi kita tidak akan pernah mampu memberi makna di dalamnya.


Been So Long

Yes, It is been so long after I didn't write at this kind of type. I drowned into my activities and so my heart-broken. however its much awesome to be me my self, that is afraid to step forward but so carelessly run forward without map sometimes.

I am afraid of risks but somehow I take them with no deep thinking often. Kind of, I am a perfect wanderer who love to engage challenges and risks. 

so grateful today. alhamdulillah.

Scared

All these things make me scared. What if I lose? Though I said I am strong but what if actually I am weak inside?

What if all these conditions gradually lead me to a permanent broken stage?

Nyatanya

Kenyataannya, kita ga setangguh itu. Kita ga bisa melupakan kalau tetap terus berhubungan. Kalau mau melepaskan ya terpaksa, untuk sementara waktu harus berjauhan