Meramu

MERDABA ~ Meramu Damai Bersama

SASTRA

Goresan Tinta Cerpen dan Puisi

BOOK CORNER

Temukan Rekomendasi dan Review Buku dari Meramu.com

SEPUTAR ISLAM

Artikel Seputar Islam.

Biology Corner

Belajar Biologi Bersama

Showing posts with label Heart-bronze. Show all posts
Showing posts with label Heart-bronze. Show all posts

Jalan Yang Kita Pilih

Bismillah.
Aku suka menuliskan ini: hidup selalu dipenuhi keraguan, kadang kita menang, kadang juga kalah.
Iya.. bagiku hidup lebih banyak tentang bagaimana kita memenangkan diri sendiri. Bagaimana kita selesai dengan diri sendiri. Sebagai seorang manusia, banyak hal bisa saja membuat kita ragu, entah kecil entah besar. Kadang kita bisa meyakinkan hati dari dalam diri sendiri, kadang kita butuh orang lain. Itu memenuhi aspek kebutuhan sosial.

Menjadi ragu bagi manusia adalah lumrah. Tetapi terlalu banyak keraguan bisa jadi bumerang yang mematikan.

Suatu hari kita tersesat dalam sebuah hutan, setelah berjalan cukup jauh, mengikuti jalan satu arah, kita menemukan sebuah persimpangan. Satu mengarah ke kiri dan satu mengarah kie kanan. Kita dipenuhi banyak keraguan karena jikalau salah, alih-alih pulang, kita justru akan tersesat semakin jauh. Untuk itu kita mempertimbangkan dengan matang mana jalan yang hendak kita pilih.

Terlalu menuruti rasa ragu akan membuat kita berhenti di titik persimpangan itu. Tidak ke mana-mana. Berdiri dengan dipenuhi kekhawatiran dan kecemasan. Bagaimana jika, bagaimana jika. Terlalu sembrono bisa membuat kita salah memilih jalan, yang seharusnya ke kiri malah ke kanan dan sebaliknya. Akhirnya kita tidak punya pilihan lain kecuali memikirkannya dengan hati-hati dengan segenap pengetahuan yang pernah kita dapatkan. Memperhatikan posisi matahari, arah angin, keadaan jalan dan banyak lagi.

Mempertimbangkan dengan hati-hati bukan berarti larut dalam pemikiran tanpa ekseksusi. Mempertimbangkan adalah salah satu ikhtiar mendapatkan yang terbaik. Secukupnya saja. Jika keraguan masih ada, lawan. Enyahkan.

Pertimbangan itu lantas mengantar kita pada langkah-langkah maju ke salah satu arah. Kita berjalan ke sana dengan keyakinan, meski di tengah keraguan pasti akan tetap tumbuh kembali. abaikan saja. Segera setelah kita memilih suatu jalan, maka kita tidak bisa menghindari dua hal: konsekuensi buruk dan konsekuensi baik.

Seandainya, jalan yang kita pilih ternyata benar, maka itu adalah keuntungan. Dan itu yang terbaik untuk kita. Dan seandainya, jalan yang kita pilih salah, percayalah di sana pasti ada pembelajaran. Setidaknya itu lebih baik daripada terus bimbang di tengah hutan. Setidaknya, jalan yang kita ambil tetap menuju pada suatu tempat. Jika tidak pulang, maka kita menemukan hal baru untuk dijelajahi. Lingkungan baru untuk dipelajari. Jadi tidak ada yang sia-sia dari berhasil pulang atau menuju ke arah yang berlawanan.

Yang jelas, ke manapun kita berjalan, ada satu hal yang bisa membuat kita tenang, Allah tidak akan pernah meninggalkan kita. Jika kita menuju arah yang benar, itu karena kehendakNya, jika kita menuju arah yang lain, itu juga karena kehendakNya.

Yang perlu kita lakukan, hanya terus berusaha melakukan yang terbaik. Jatuh dalam penyesalan berlarut-larut bukan sesuatu yang bijak. Jadi, mari temukan jalan kita, jalani sepenuhnya. 

Kita berada di semesta yang sama hanya pada titik yang berbeda




Selamat malam Arma.
Aku tidak tahu bagaimana tempatmu sekarang. Kuharap indah. Aku rindu. Pada hadirmu yang tidak setiap saat tapi selalu bisa meneduhkan. Seandainya kau masih di alam yang sama, mungkin kita juga tidak akan bicara apa-apa. Tidak ada yang begitu perlu kita bicarakan.

IT IS JUST NORMAL


Some people are good enough to see the (little) flaw of a person while forgetting their own. And it is normal. very normal. Most of people are so.
Jack Ma, the founder of Alibaba said "People able to see even just a half of mistake clearly but disable to see million of good side from a person".
here, we underline the word of Doing Mistake. 
Not all of people have sense to tolerate others. What they care is their own needs and tendencies. from 100 percent of human being maybe there is just 10 to 15 percent who is really care to others' problem, the rest just want to know to fulfill their astonish feeling.
So I suggest you to think twice or even three times before telling your problem to someone, particularly someone new that you don't know them about.
If you really need a place to share, just share with your family, your close one, or just write it down on a book. I think it is much more effective than telling your problems to everyone.
Nevertheless, we should not be negative after knowing the fact. Not all people are like that. There are still people who really care although just one or two or three which stay in our circumtance.
The very point is we ought to be one of that good people. we get to stay positive no matter how negative our circumtance is. Keep going ahead even the situation sometimes hurt you a lot.
If some people hate you, just remember you still have other people love you. just focus on that love, not that hate. and keep doing good deed, okay? :)



Andai Dengan Melihatmu




Andai saja dengan melihat kedua matamu bisa membuatku memilikimu, maka aku telah memilikimu sedari dulu. Tetapi hatiku yang bergetar hebat tidak pernah bisa sampai kepadamu.


THERE WILL ALWAYS BE



There will always be bad times yet having a friend who is always supporting is invigorating.

FIRST TIME OF YOU



It was rainy day
Right in the middle of Ramadhan day
You told me many thing

-Aurora Borealis, Photograph, Education, Passion-
and everything.

I hardly found my self fell into you,
deep into your charming.

Later I decided to love you
with full of my heart.
I could not see someone else just you

But then by the time flew
I found you were not alone as the first time of you

and the last thing I could do was leaving you.
till now I saved this goodbye for you.

- Hi You! Please be Happy.

To The Last You



Life is really a battlefield with no coma,
Just one thing you need to do:
Stay Still, Stay put, and Please Be Tough.
Then you will win.

Tuban - Oct 25 2018

But Well

But Well, Life was basically designed to break our heart.

To Be FRIEND



To be friend does not mean to deal everything in one way. Sometimes we have to be different, sometimes we fight, sometimes we even hate, but to be friend means we have to deal with everything and the biggest one is forgiving.

Mengakar dalam Menjulang Tinggi


Apapun itu. Dalami! Tekuni!
Tentang apa yang akan  kau dapatkan itu urusan nanti.
Tekuni saja. Tulus saja. dan kau akan tahu hasilnya.

Mengertilah

 

 Karena seberapapun jauhnya kita berjalan menjauh. Suatu saat langkah kita akan dipertemukan, Jika kita memang ditakdirkan. Tetapi jika tidak ada takdir diantara kau dan aku. Seberapa kuat kita mencoba untuk saling mendekat, hasilnya akan tetap sama. Terburai. Tidak akan ada ikatan yang terjalin.

SETIDAK-TIDAKNYA


Setidak-tidaknya aku tahu, frekuensi  hati kita tidak sama. Aku tidak menemukan titik yang akan membuat kita ada pada satu jalur. Tapi aku tidak bisa berhenti bertanya-tanya, apa sejauh itu jarak antara aku dan kamu sehingga melihatmu saja aku tidak bisa? Apa kasta masih berlaku pada manusia jaman kita?

Ah! Rasa ini menyiksa.

When in Yogyakarta



Yogyakarta adalah kota impian bagi pemuda yang mencintai kebebasan berpikir, kehausan berdiskusi, dan hobi ngopi. Selalu dan entah mengapa, Yogya memiliki tempat tersendiri di hati. Budayanya yang unik, kotanya yang nyentrik, dan segalanya saja tentang Yogya, serasa patut untuk dilirik.

..
(Story archived)

Recovery



Kita semua sedang menyembuhkan diri dari hal-hal yang tidak kita katakan dan berusaha mendapatkan kekuatan dari hal-hal yang kerap kita ceritakan - Fahd Pahdepie.

..



When you sing Too good at goodbyes

It is actually me
the one who too good at goodbyes
I have even imagined how we separated before we really start

I give us distance so we will never be close
it then won't hurt me more than I worry

I am sorry for being this sadden
but lemme be the way I am

HANYA JIKA KITA TAK BERTEMU



Setelah sampai sejauh ini, aku bertekad. Jika aku sama sekali tak menemukan benang merah antara kau dan aku. Jika memang demikian, maka aku akan melepaskanmu dengan penuh keikhlasan. Aku hanya manusia lemah yang tidak bisa menentang kehendak Tuhan. Aku hanya manusia lemah yang tidak bisa memaksakan kehendak kepada siapapun.
Dan jika memang itu yang benar-benar terjadi sampai akhir dari masa perjalanan kita, maka aku akan mengemasmu menjadi satu cerita yang tidak pernah terlupa. Aku akan menyingkirkan kesan bahwa kau adalah orang berharga. Aku akan menyingkirkan pandangan bahwa jika itu kau hidupku pasti akan lebih bermakna. Dan aku akan membuang jauh-jauh angan untuk dapat berjalan bersamamu dan putra-putra kita di tepian pantai suatu hari yang ternyata tidak akan pernah ada.

Saat itu tiba, maka kau telah terbungkus rapi menjadi kenangan tak berpita. Karena aku takut jika ada pita aku tak bisa membukamu lagi, bahkan sekedar sebagai cerita. Sampai jumpa nanti di hari bahagia kita. Hari bahagia yang tidak kita jalani bersama.