Meramu

MERDABA ~ Meramu Damai Bersama

SASTRA

Goresan Tinta Cerpen dan Puisi

BOOK CORNER

Temukan Rekomendasi dan Review Buku dari Meramu.com

SEPUTAR ISLAM

Artikel Seputar Islam.

Biology Corner

Belajar Biologi Bersama

Marhaban ya Syahru Rojab

https://www.youtube.com/watch?v=XY4dPRBErJk
https://www.youtube.com/watch?v=45jq0QIU52o

Mendengarkan konten youtube di atas membuatku melayang ke belasan tahun silam. Ketika aku duduk di serambi rumah, memandang langit yang masih sedikit diselimuti lembayung merah. Hari pertama bulan rajab, di mana sholawat yang mengandung doa minta barokah dilantunkan dari satu mushola ke mushola yang lain. Bersahutan. Membuat hati tenang.
Dan setiap kali diperdengarkan, ia mencipta rindu tersendiri. e satu nuansa yang tidak bisa kudapatkan di bulan-bulan lain.

Rajab ini membuatku rindu Ramadhan. Rasanya baru kemarin lebaran dirayakan, tetapi dua bulan lagi ia sudah akan datang. Semoga umurku cukup panjang untuk dapat menjumpai Ramadhan tahun ini. Dan jika diperkenankan berjumpa, semoga ridho Allah senantiasa menyertai, sehingga kegersangan hati ini dapat tersiram dengan rahmat dan kasihNya.

Sungguh, tiada daya dan upaya kecuali milikNya.




Prelude of Symphony

Berlarian.
Mengarungi suatu kesepakatan yang kita sebut hari.
Mengejar sesuatu yang kita sebut mimpi.
Berlari dalam sebuah simfoni -
yang tetap sama dari kita lahir sampai kita sebesar ini.
Hari tidak berubah, yang ada hanya sudut pandang yang berganti.
Rasa tidak berganti, hanya kita yang memilih tidak memberinya arti.

Berlarian.
Lalu terjatuh dalam ruang yang aku buka sendiri.
Awalnya hanya rasa ingin tahu yang dalam -
Memasuki ruangan itu sambil mengatakan, Setelah cukup aku akan segera keluar
Tetapi daya ikat di dalam terlalu kuat, sampai aku lupa mana pintu keluar dan mana pintu untuk masuk lebih dalam.

Berlarian.
Kupikir sebuah cahaya yang terlihat adalah cahaya untuk pulang
Setelah aku berjalan dan sampai pada cahaya itu, aku akan bebas dari kegelapan ruangan ini
Sayang sekali itu adalah cahayamu, yang menyilaukan dan membuatku tidak mampu melihat ke arah lain lagi - kecuali ke arahmu.

Jika cahaya tidak memberimu petunjuk ke arah yang tepat,
apa ia masih layak disebut cahaya?

Kenapa setelah disatir berulang kali, cahayamu masih tetap terpancar?
Menyisakan aku, yang berlarian seorang diri, dan tidak tahu ke mana harus pergi

Semua tempat ini terlalu lekat denganmu, aku jadi enggan untuk pergi.

Go

You may go.
Me too - will go.
Let the sun shines
Let the earth rotates
Let the plant grows
We should not find relation in everything happened
We should not stay in a line where we should not be
We should not talk to a person we should not to

You may go
and I do, will

--

Bagaimana Jika?

Masih langit yang sama. Sedikit berwarna biru dan lebih banyak berwarna putih. Bedanya, hari ini sedikit gaduh. Banyak orangtua santri datang untuk menjemput putri mereka pulang. Setelah hampir dua bulan tinggal di Mahad, akhirnya anak-anak itu bisa sejenak menghabiskan waktu dengan keluarga tercinta.

Enam tahun lalu, ketika tinggal di PPSD, waktu liburan adalah waktu paling ditunggu-tunggu. dan waktu kembali ke pondok adalah waktu yang paling dihindari. Kedua waktu itu terjadi berulang dan berdekatan. Lau tanpa terasa semua itu sudah berlalu. Aku meninggalkan kenangan di sana - yang bisa kugali lagi kapan saja. Dan cerita, yang bisa kutulis kapanpun aku mau.

Baiklah. Kalau begitu aku menobatkan "kenangan dan dikenang" adalah bagian dari hal berharga.

Aku ingin bercerita kepadamu tentang sesuatu. Kau bisa menjawab pertanyaan yang ada di sela-sela cerita lain waktu jika kita bertemu. Aku tahu jawaban tidak harus ada segera setelah kita bertanya. Aku tahu beberapa hal membutuhkan waktu yang lebih lama dari seharusnya.

Bagaimana jika kau menjadi begitu berharga bagi seseorang?
Bagaimana jika ternyata namamu dilangitkan berulang kali?
Bagaimana jika di luar sepengetahuanmu, ternyata seseorang diam-diam memperhatikanmu, menjadi tidak biasa ketika segala sesuatu tentangmu disinggung, dan menyebut namamu lebih sering daripada yang lain?

Apa kau bisa menerima semua cinta itu?
Atau kau lebih memilih untuk beranjak daripada membuatnya terluka?

Jawab itu nanti, ya. Kau punya banyak waktu untuk berpikir. Tetapi jika kau membuatku menunggu terlalu lama, maka aku akan memilih lupa pada pertanyaan itu dan berhenti menunggu jawabanmu.

Kau tahu kan?
sesuatu seperti cinta tidak bisa ditumbuhkan dengan sengaja?
Kadang kita berupaya mencintai sesuatu tetapi tak juga berhasil. Kadang kita membiarkan semua berjalan sebagaimana mestinya - lalu tanpa sadar kita telah jatuh cinta pada suatu hal.

Ba, seandainya bisa, maka aku memilih jatuh cinta pada yang mencintaiku saja. Dengan begitu ceritanya menjadi sederhana. Dicintai kadang membuat kita menjadi serba salah. Mencintai kadang membuat kita menjadi lebih serba salah. Kenapa cerita perlu menjadi serumit itu ya Ba?

Aku berharap semua menjadi lebih sederhana. Tapi barangkali yang membuat rumit bukan situasinya, tapi cara berpikirnya. Jadi setelah ini aku akan menyederhanakan pikiran, haha.

Ba, tidak penting bagaimana semua ini bermula. Kadang kita memang menyelam terlalu dalam dan tenggelam. Tapi bukan berarti kita tidak bisa kembali ke permukaan. Kadang kita terlalu asik mengikuti arus sampai lupa jalan pulang. Tapi bukan berarti kita sudah sepenuhnya lupa bagaimana cara kembali.

Setelah sekian waktu berkelana, kita pasti akan dihadapkan dengan sesuatu yang mengharuskan kita untuk pulang. Setelah sekian waktu terlena, kita pasti akan menemukan sesuatu yang membuat kita ingat lagi pada apa yang semestinya.

Setiap pengalaman adalah pembelajaran.
Dan kau - juga pelajaran.
Sembari melepaskan, aku ingin melihat beberapa hal lagi, yang mungkin selama ini tanpa sengaja terlewatkan. Sembari melepaskan, aku belajar menerima ketetapan Tuhan. Barangkali selama ini pasrahku masih sebatas kata, belum seutuhnya lahir dari hati. Barangkali ikhlasku masih sebatas ucapan tanpa pemaknaan.

Terimakasih sudah menjadi bagian dari cerita. Besok kau kembali ke Singapura kan?
Selamat belajar dan berproses. Kita bertemu lagi nanti jika Allah meridhoi ^^

Like An Arrow

Life is going to pull you down like a bow to an arrow, but still you are an arrow - Hasna Jamila.

Kita tidak bisa menghindari itu - jatuh berkali-kali dalam kehidupan. Lebih buruknya, kadang kita juga terjerembab dalam lubang yang sama. Bukan tidak belajar. Tapi di beberapa kondisi kita menjadi mudah memaafkan dan memaklumi.

Suatu ketika temanku pernah berkata. "Menghindari pengalaman buruk dan mengejar pengalaman baik juga sesuatu yang negatif."

How could it be?
Seharusnya mengejar pengalaman positif adalah positif. Menghindari pengalaman negatif adalah positif. Seharusnya.
Tetapi, jika terlalu perfeksionis, bisa jadi kita justru melewatkan banyak hal karena idealisme yang kita miliki dan ketakutan yang membayangi. Instead of doing we end up think without acting. Jadi apapun itu, asal kita sudah yakin memilih yang terbaik, then just do it!

Kalau hasilnya baik, alhamdulillah. Kalau hasilnya tidak sesuai harapan, alhamdulillah juga. Kita bisa belajar dari pengalaman itu. Daripada menyesal karena tidak melakukan, lebih baik menyesal karena pernah gagal. Paling tidak, jika gagal, kita memiliki sesuatu yang bisa dijadikan bahan belajar dan perbaikan. Nah kalau tidak melakukan apapun, sudah jelas kita tidak memiliki apa-apa kecuali ketakutan kita sendiri.

When life's pulled us down, actually it just want to send us a love letter, with a different way. kalau kita cukup berbesar hati menerima, setelahnya hal-hal baik pasti datang. Kadang memang semua seperti tak tertahan, tetapi itu lebih baik daripada kita tidak memiliki apapun untuk dipikirkan dan dipertimbangkan.

Kalau kita merasa lelah karena melakukan sesuatu, itu artinya kita sedang diberkati dengan kehidupan yang berkah. Karena setelah dipikir-pikir, menjadi lelah dan jenuh karena pekerjaan itu lebih menyenangkan daripada menjadi lelah dan jengah karena tidak melakukan apapun.

Barangkali yang perlu kita lakukan cuma duduk sebentar, untuk kemudian melanjutkan lagi.

Barangkali apa yang kita miliki adalah apa yang orang lain impikan. Tetapi karena kita sudah di sini, setiap hari bergelut dengan hal-hal ini, kita menjadi lupa untuk bersyukur. Merasa jenuh dan melihat ke arah lain yang sepertinya lebih menyenangkan. Padahal tidak selalu yang terlihat indah itu indah.

Because we are arrows, kita pasti akan selalu menemukan cara untuk bangkit lagi setelah jatuh yang berkali-kali. Insyaallah. Karena kita anak panah, maka busur, -yang telah menarik kita jatuh itu-, adalah teman kita. Tanpa busur kita tidak melesat ke mana-mana. Stagnan di tempat. Tanpa busur kita tidak bisa mengudara. Jadi, mari berdamai dengan diri sendiri dan melihat ke beberapa sisi yang mungkin selama ini kita lupakan.





You Still got Love to Give

So you're still thinking of me
Just like I know you should
I can not give you everything, you know I wish I could
I'm so high at the moment
I'm so caught up in this
Yeah, we're just young, dumb and broke
But we still got love to give

We have so much in common
We argue all the time
You always say I'm wrong
I'm pretty sure I'm right
What's fun about commitment?
When we have our life to live
Yeah, we're just young dumb and broke
But we still got love to give


(Khalid)