Meramu

MERDABA ~ Meramu Damai Bersama

SASTRA

Goresan Tinta Cerpen dan Puisi

BOOK CORNER

Temukan Rekomendasi dan Review Buku dari Meramu.com

SEPUTAR ISLAM

Artikel Seputar Islam.

Biology Corner

Belajar Biologi Bersama

KUANTAR KAU KE GERBANG, DAN ESOK KAU KUJEMPUT LAGI


Bandung, 21 Juni 1970.
Aku sedang duduk di teras rumah ketika dua orang lelaki datang. Mereka berpakaian rapi seperti orang kantoran. Salah satunya tidak asing bagiku.
“Apa kau Sundoro?” tanyaku memastikan.
Lelaki itu mengangguk,

YANG DIKENANG DAN TERPINGGIRKAN, HARUN SUROSO



Sudah kukatakan sebelumnya, tidak ada kawan atau lawan abadi, yang ada hanya kepentingan abadi. Siapa suruh dia tetap mempercayaiku. Maka ketika aku menghianatinya, tentu itu bukan hal yang keliru.
Dan sudah barang tentu, dia tahu, aku tidak mungkin melakukan ini kalau saja dia mau mendengar setiap ucapanku.

Selagi Muda

Selagi muda, semangat berkarya. Tak boleh mati. 

Sajak Patah Hati (1): Mengapa Kutulis Ini



Gambar terkaitYa, aku menulis ini untuk mengenangmu.
Manusia memang tidak boleh mendahului kehendak Tuhan.
Tetapi entah kenapa aku ragu bisa membersamaimu, 
seperti Memo yang membersamai Pepo,
Seperti Ibu Hasri Ainun yang mendampingi Bapak Habibie.

Sajak Patah Hati (4): Biarkan Takdir yang Berkata



(1)
Aku mulai menyukai nasihat Pak Quroish Syihab
"Barangkali pernikahanmu yang tertunda adalah berkah".
Iya, barangkali memang demikian.

(2)
Aku tidak tahu bagaimana perasaan ini akan berakhir.
Aku tidak melihat ada kemungkinan-kemungkinan.
Dan aku khawatir,

(3) 
Aku tahu harus ku akhiri kegilaan ini.
Dan di malam lebaran, aku berdoa yang terbaik.
Untuk aku dan dia.
Jika memang dia, Wahai Allah - maka dekatkan.
 Karena sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyatukan dua hati.
Jika bukan dia, Wahai Rabb - Ikhlaskan.

Sajak Patah Hati (3): Candu


Hasil gambar untuk looking from the distance

Ya, Ketidaksempurnaan milik kita semata
Allah maha Sempurna

Sajak Patah Hati (2): Seperti Rindu

Gambar terkait
Merindu selalu saja menyenangkan.
Tetapi merindu orang yang salah, agaknya mengkhawatirkan.
Aku tidak tahu bagaimana harus kuselesaikan ini.