SEKAR DI BULAN SAPAR
Bocah-bocah bau kencur itu berlarian. Saling berpegang tangan. Melingkar.
Menyanyikan lagu sluku-sluku bathok dibawah tumpah ruahnya sinar
rembulan desa Gedangan. Bocah-bocah itu menyembulkan tawa sumringah di
wajahnya, mengabaikan tatapan nyi towok yang sendu ditengah benderangnya
wulan tanggal 15 Sapar.
BAIQ KUDUNGGA DAN TEMAJUK SENJA
Minggu.. 21
September 2013 12.31 WIB, dalam jeep biru tua
Lautan coklat membentang sepanjang
mata berakomodasi. Semak belukar sedikit ikut andil di padang sabana yang
rumputnya berupa bulir pasir coklat. Lemak-lemak dibawah lapisan kulit kusamku
mulai merembes keluar. Matahari mentereng di atas ubun-ubun. Membuat udara
begitu panas. Kutaksir suhunya mencapai 32° C. Look, how hot the weather is.
APA KABAR FAJAR?
Hari
ini senin. Aku tengah menungu jam bioteknologi seraya menatap keluar jendela
lantai 3 gedung GKB. Hanya parkiran dan graha cakrawala yang nampak di pelupuk
mata. Juga
gunung putri tidur yang samar-samar berwarna biru. Sepeda motor, kadang-kadang
mobil,
berlalu lalang melintasi jalan cakrawala. Sibuk dengan urusan masing-masing.
Mengabaikanku yang takzim memandanginya dengan pandangan nanar.
FROM BAJULMATI WITH LOVE
Hamparan
laut selatan tersuguh di depan mata. Panorama yang sempurna. Ditambah deret
pegunungan yang berjejal beberapa meter di muka pantai. Pemandangan menjadi tak
terperi cantiknya. Dua setengah jam perjalanan dengan truk terbayar sudah. Tak
ada lelah yang bersisa di hati. Bahkan mual akibat mabuk daratkupun telah
pergi.














